rohis

Friday, July 29, 2005

Ukhuwah Islamiyah

Ukhuwah Islamiyyah
Publikasi : 20-07-2005

Ukhuwah (ukhuwwah) yang biasa diartikan sebagai "persaudaraan", terambil dari akar kata yang pada mulanya berarti "memperhatikan". Makna asal ini memberi kesan bahwa persaudaraan mengharuskan adanya perhatian semua pihak yang merasa bersaudara.

Boleh jadi, perhatian itu pada mulanya lahir karena adanya persamaan di antara pihak-pihak yang bersaudara, sehingga makna tersebut kemudian berkembang, dan pada akhirnya ukhuwah diartikan sebagai "setiap persamaan dan keserasian dengan pihak lain, baik persamaan keturunan, dari segi ibu, bapak, atau keduanya, maupun dari segi persusuan". Secara majazi kata ukhuwah (persaudaraan) mencakup persamaan salah satu unsur seperti suku, agama, profesi, dan perasaan. Dalam kamus-kamus bahasa Arab ditemukan bahwa kata akh yang membentuk kata ukhuwah digunakan juga dengan arti teman akrab atau sahabat.

Masyarakat Muslim mengenal istilah ukhuwah Islamiyyah. Istilah ini perlu didudukkan maknanya, agar bahasan kita tentang ukhuwah tidak mengalami kerancuan. Untuk itu terlebih dahulu perlu dilakukan tinjauan kebahasaan untuk menetapkan kedudukan kata Islamiyyah dalam istilah di atas. Selama ini ada kesan bahwa istilah tersebut bermakna "persaudaraan yang dijalin oleh sesama Muslim", atau dengan kata lain, "persaudaraan antar sesama Muslim", sehingga dengan demikian, kata "Islamiyyah" dijadikan pelaku ukhuwah itu.

Pemahaman ini kurang tepat. Kata Islamiyyah yang dirangkaikan dengan kata ukhuwah lebih tepat dipahami sebagai adjektifa, sehingga ukhuwah Islamiah berarti "persaudaraan yang bersifat Islami atau yang diajarkan oleh Islam". Paling tidak, ada dua alasan untuk mendukung pendapat ini.

Pertama, Al-Qur'an dan hadits memperkenalkan bermacam-macam persaudaraan, seperti yang akan diuraikan selanjutnya.

Kedua, karena alasan kebahasaan. Di dalam bahasa Arab, kata sifat selalu harus disesuaikan dengan yang disifatinya. Jika yang disifati berbentuk indefinitif maupun feminin, kata sifatnya pun harus demikian. Ini terlihat secara jelas pada saat kita berkata ukhuwah Islamiyyah dan Al-Ukhuwah Al-Islamiyyah.

***

Ukhuwah Dalam Al-Qur'an

Dalam Al-Qur'an, kata akh (saudara) dalam bentuk tunggal ditemukan sebanyak 52 kali. Kata ini dapat berarti :

1. Saudara kandung atau saudara seketurunan, seperti pada ayat yang berbicara tentang kewarisan, atau keharaman mengawini orang-orang tertentu, misalnya, Diharamkan kepada kamu (mengawini) ibu-ibumu, anak-anak perempuanmu, saudara-saudara perempuanmu, saudara-saudara perempuan bapakmu, saudara-saudara perempuan ibumu, (dan) anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki... (QS. An-Nisa [4] : 23).

2. Saudara yang dijalin oleh ikatan keluarga, seperti bunyi doa Nabi Musa as yang diabadikan Al-Qur'an, Dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun, saudaraku. (QS. Thaha [20] : 29 - 30).

3. Saudara dalam arti sebangsa, walaupun tidak seagama seperti dalam firman-Nya, Dan kepada suku 'Ad, (kami utus) saudara mereka Hud. (QS. Al-A'raf [7] : 65).

Seperti telah diketahui kaum 'Ad membangkang terhadap ajaran yang dibawa oleh Nabi Hud, sehingga Allah memusnahkan mereka. (Baca antara lain QS. Al-Haqqah [69] : 6 - 7).

4. Saudara semasyarakat, walaupun berselisih paham. Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai 99 ekor kambing betina, dan aku mempunyai seekor saja, maka dia berkata kepadaku, "Serahkan kambingmu itu kepadaku"; dan dia mengalahkan aku di dalam perdebatan. (QS. Shad [38] : 23).

Dalam sebuah hadits, Nabi SAW bersabda : Belalah saudaramu, baik ia berlaku aniaya, maupun teraniaya. Ketika beliau ditanya seseorang, bagaimana cara membantu orang yang menganiaya, beliau menjawab, Engkau halangi dia agar tidak berbuat aniaya. Yang demikian itulah pembelaan baginya. (HR. Bukhari melalui Anas bin Malik).

5. Persaudaraan seagama. Ini ditunjukkan oleh firman Allah dalam surat Al-Hujurat ayat 10, Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara.

Di atas telah dikemukakan bahwa dari segi bahasa, kata ukhuwah dapat mencakup berbagai persamaan. Dari sini lahir lagi dua macam persaudaraan, yang walaupun secara tegas tidak disebut oleh Al-Qur'an sebagai "persaudaraan", namun substansinya adalah persaudaraan. Kedua hal tersebut adalah :

1. Saudara sekemanusiaan (ukhuwah insaniah). Al-Qur'an menyatakan bahwa semua manusia diciptakan oleh Allah dari seorang lelaki dan seorang perempuan (Adam dan Hawa) (QS. Al-Hujurat : 13). Ini berarti bahwa semua manusia adalah seketurunan dan dengan demikian bersaudara.

2. Saudara semakhluk dan seketundukan kepada Allah. Di atas telah dijelaskan bahwa dari segi bahasa kata akh (saudara) digunakan pada berbagai bentuk persamaan. Dari sini lahir persaudaraan kesemakhlukan. Al-Qur'an secara tegas menyatakan bahwa : Dan tidaklah (jenis binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya) kecuali umat-umat juga seperti kamu (QS. Al-An'am : 38).

***

Macam-Macam Ukhuwah Islamiyah

Di atas telah dikemukakan arti ukhuwah Islamiyyah, yakni ukhuwah yang bersifat Islami atau yang diajarkan oleh Islam. Telah dikemukakan pula beberapa ayat yang mengisyaratkan bentuk atau jenis "persaudaraan" yang disinggung oleh Al-Qur'an. Semuanya dapat disimpulkan bahwa kitab suci ini memperkenalkan paling tidak empat macam persaudaraan :

1. Ukhuwah 'ubudiyyah atau saudara kesemakhlukan dan kesetundukan kepada Allah.

2. Ukhuwah insaniyyah (basyariyyah) dalam arti seluruh umat manusia adalah bersaudara, karena mereka semua berasal dari seorang ayah dan ibu. Rasulullah SAW juga menekankan lewat sabda beliau, Jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara. Hamba-hamba Allah semuanya bersaudara.

3.Ukhuwah wathaniyyah wa an-nasab, yaitu persaudaraan dalam keturunan dan kebangsaan.

4.Ukhuwah fi din Al-Islam, persaudaraan antar sesama Muslim. Rasulullah SAW bersabda, Kalian adalah sahabat-sahabatku, saudara-saudara kita adalah yang datang sesudah (wafat)-ku.

Makna dan macam-macam persaudaraan tersebut di atas adalah berdasarkan pemahaman terhadap teks ayat-ayat Al-Qur'an. Ukhuwah yang secara jelas dinyatakan oleh Al-Qur'an adalah persaudaraan seagama Islam, dan persaudaraan yang jalinannya bukan karena agama. Ini tecermin dengan jelas dari pengamatan terhadap penggunaan bentuk jamak kata tersebut dalam Al-Qur'an, yang menunjukkan dua arti kata akh' yaitu :

Pertama, ikhwan, yang biasanya digunakan untuk persaudaraan tidak sekandung. Kata ini ditemukan sebanyak 22 kali sebagian disertakan dengan kata ad-din (agama) seperti dalan surat At-Taubah ayat 11. Apabila mereka bertobat, melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat, mereka adalah saudara-saudara kamu seagama.

Sedangkan sebagian lain tidak dirangkaikan dengan kata ad-din (agama) seperti : Jika kamu menggauli mereka (anak-anak yatim), mereka adalah saudara-saudaramu. (QS. Al-Baqarah [2] : 220).

Teks ayat-ayat tersebut secara tegas dan nyata menunjukkan bahwa Al-Qur'an memperkenalkan persaudaraan seagama dan persaudaraan tidak seagama.

Bentuk jamak kedua yang digunakan oleh Al-Qur'an adalah akhwat, terdapat sebanyak tujuh kali dan digunakan untuk makna persaudaraan seketurunan, kecuali satu ayat, yaitu, Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara (QS. Al-Hujurat [49] : 10).

Menarik untuk dipertanyakan, mengapa Al-Qur'an menggunakan kata ikhwah dalam arti persaudaraan seketurunan ketika berbicara tentang persaudaraan sesama Muslim, atau dengan kata lain, mengapa Al-Qur'an tidak menggunakan kata ikhwan, padahal kata ini digunakan untuk makna persaudaraan tidak seketurunan? Bukankah lebih tepat menggunakan kata terakhir, jika melihat kenyataan bahwa saudara-saudara seiman terdiri dari banyak bangsa dan suku, yang tentunya tidak seketurunan?

Menurut penulis, hal ini bertujuan untuk mempertegas dan mempererat jalinan hubungan antar sesama-Muslim, seakan-akan hubungan tersebut bukan saja dijalin oleh keimanan (yang di dalam ayat itu ditunjukkan oleh kata al-mu'minun), melainkan juga "seakan-akan" dijalin oleh persaudaraan seketurunan (yang ditunjukkan oleh kata ikhwah). Sehingga merupakan kewajiban ganda bagi umat beriman agar selalu menjalin hubungan persaudaraan yang harmonis di antara mereka, dan tidak satu pun yang dapat dijadikan dalih untuk melahirkan keretakan hubungan.

***

Faktor Penunjang Persaudaraan

Faktor penunjang lahirnya persaudaraan dalam arti luas ataupun sempit adalah persamaan. Semakin banyak persamaan akan semakin kokoh pula persaudaraan. Persamaan rasa dan cita merupakan faktor dominan yang mendahului lahirnya persaudaraan hakiki, dan pada akhirnya menjadikan seseorang merasakan derita saudaranya, mengulurkan tangan sebelum diminta, serta memperlakukan saudaranya bukan atas dasar "take and give", tetapi justru Mengutamakan orang lain atas diri mereka, walau diri mereka sendiri kekurangan. (QS. Al-Hasyr [59] : 9).

Keberadaan manusia sebagai makhluk sosial, perasaan tenang dan nyaman pada saat berada di antara sesamanya, dan dorongan kebutuhan ekonomi merupakan faktor-faktor penunjang yang akan melahirkan rasa persaudaraan.

Islam datang menekankan hal-hal tersebut, dan menganjurkan mencari titik singgung dan titik temu persaudaraan. Jangankan terhadap sesama Muslim, terhadap non-Muslim pun demikian. (QS. Ali 'Imran [3] : 64; Saba [34] : 24 - 25).

***

Petunjuk Al-Qur'an Untuk Memantapkan Ukhuwah

Guna memantapkan ukhuwah tersebut, pertama kali Al-Qur'an menggarisbawahi bahwa perbedaan adalah hukum yang berlaku dalam kehidupan ini. Selain perbedaan tersebut merupakan kehendak Ilahi, juga demi kelestarian hidup, sekaligus demi mencapai tujuan kehidupan makhluk di pentas bumi.

Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan. Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat, tetapi Allah hendak menguji kamu mengenai pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. (QS. Al-Maidah : 48).

Seandainya Tuhan menghendaki kesatuan pendapat, niscaya diciptakan-Nya manusia tanpa akal budi seperti binatang atau benda-benda tak bernyawa yang tidak memiliki kemampuan memilah dan memilih, karena hanya dengan demikian seluruhnya akan menjadi satu pendapat.

Dari sini, seorang Muslim dapat memahami adanya pandangan atau bahkan pendapat yang berbeda dengan pandangan agamanya, karena semua itu tidak mungkin berada di luar kehendak Ilahi. Kalaupun nalarnya tidak dapat memahami kenapa Tuhan berbuat demikian, kenyataan yang diakui Tuhan itu tidak akan menggelisahkan atau mengantarkannya "mati", atau memaksa orang lain secara halus maupun kasar agar menganut pandangan agamanya,

Sungguh kasihan jika kamu akan membunuh dirimu karena sedih akibat mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Islam). (QS. Al-Kahfi : 6).

Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang ada di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu akan memaksa semua manusia agar menjadi orang-orang yang beriman? (QS. Yunus : 99). (Prof Dr. M. Quraish Shihab, MA. - WAWASAN AL-QURAN)[bmh.or.id]

1 Comments:

  • ='Brand New News Fr0m The Timber Industry!!'=

    ========Latest Profile==========
    Energy & Asset Technology, Inc. (EGTY)
    Current Price $0.15
    ================================

    Recognize this undiscovered gem which is poised to jump!!

    Please read the following Announcement in its Entierty and
    Consider the Possibilities�
    Watch this One to Trad,e!

    Because, EGTY has secured the global rights to market
    genetically enhanced fast growing, hard-wood trees!

    EGTY trading volume is beginning to surge with landslide Announcement.
    The value of this Stoc,k appears poised for growth! This one will not
    remain on the ground floor for long.

    KEEP READING!!!!!!!!!!!!!!!

    ===============
    "BREAKING NEWS"
    ===============

    -Energy and Asset Technology, Inc. (EGTY) owns a global license to market
    the genetically enhanced Global Cedar growth trees, with plans to
    REVOLUTIONIZE the forest-timber industry.

    These newly enhanced Globa| Cedar trees require only 9-12 years of growth
    before they can be harvested for lumber, whereas worldwide growth time for
    lumber is 30-50 years.

    Other than growing at an astonishing rate, the Global Cedar has a number
    of other benefits. Its natural elements make it resistant to termites, and
    the lack of oils and sap found in the wood make it resistant to forest fire,
    ensuring higher returns on investments.
    T
    he wood is very lightweight and strong, lighter than Poplar and over twice
    as strong as Balsa, which makes it great for construction. It also has
    the unique ability to regrow itself from the stump, minimizing the land and
    time to replant and develop new root systems.

    Based on current resources and agreements, EGTY projects revenues of $140
    Million with an approximate profit margin of 40% for each 9-year cycle. With
    anticipated growth, EGTY is expected to challenge Deltic Timber Corp. during
    its initial 9-year cycle.

    Deltic Timber Corp. currently trades at over $38.00 a share with about $153
    Million in revenues. As the reputation and demand for the Global Cedar tree
    continues to grow around the world EGTY believes additional multi-million
    dollar agreements will be forthcoming. The Global Cedar nursery has produced
    about 100,000 infant plants and is developing a production growth target of
    250,000 infant plants per month.

    Energy and Asset Technology is currently in negotiations with land and business
    owners in New Zealand, Greece and Malaysia regarding the purchase of their popular
    and profitable fast growing infant tree plants. Inquiries from the governments of
    Brazil and Ecuador are also being evaluated.

    Conclusion:

    The examples above show the Awesome, Earning Potential of little
    known Companies That Explode onto Investor�s Radar Screens.
    This s-t0ck will not be a Secret for long. Then You May Feel the Desire to Act Right
    Now! And Please Watch This One Trade!!


    GO EGTY!


    All statements made are our express opinion only and should be treated as such.
    We may own, take position and sell any securities mentioned at any time. Any
    statements that express or involve discussions with respect to predictions,
    goals, expectations, beliefs, plans, projections, object'ives, assumptions or
    future events or perfo'rmance are not
    statements of historical fact and may be
    "forward,|ooking statements." forward,|ooking statements are based on expectations,
    estimates and projections at the time the statements are made that involve a number
    of risks and uncertainties which could cause actual results or events to differ
    materially from those presently anticipated. This newsletter was paid $3,000 from
    third party (IR Marketing). Forward,|ooking statements in this action may be identified
    through the use of words such as: "pr0jects", "f0resee", "expects". in compliance with
    Se'ction 17. {b), we disclose the holding of EGTY shares prior to the publication of
    this report. Be aware of an inherent conflict of interest resulting from such holdings
    due to our intent to profit from the liquidation of these shares. Shar,es may be sold
    at any time, even after positive statements have been made regarding the above company.
    Since we own shares, there is an inherent conflict of interest in our statements and
    opinions. Readers of this publication are cautioned not
    to place undue reliance on
    forward,|ooking statements, which are based on certain assumptions and expectations
    involving various risks and uncertainties that could cause results to differ materially
    from those set forth in the forward- looking statements. This is not solicitation to
    buy or sell st-0cks, this text is or informational purpose only and you should seek
    professional advice from registered financial advisor before you do anything related
    with buying or selling st0ck-s, penny st'0cks are very high risk and you can lose your
    entire inves,tment.

    By Blogger lewisammons4203, at 4:13 AM  

Post a Comment

<< Home